SKD vs CKD: Mengungkap Perbedaan Utama dalam Produksi Mobil

JAKARTA, 212news – Secara umum, ada dua model manufaktur kendaraan bermotor seperti mobil, yaitu Completely Built Up (CBU) dan Completely Knocked Down (CKD).

Namun, ada juga yang disebut dengan Semi Knocked Down (SKD) atau bisa disebut model ketiga.

Konsepnya mirip dengan CKD, tetapi lebih ringkas atau sederhana.

Lantas, apa itu SKD dalam proses manufaktur kendaraan?

Jongkie Sugiarto, wakil komisaris utama dari Handal Indonesia Motor (HIM), menyatakan dengan singkat bahwa proses merakit SKD memiliki langkah-langkah yang lebih sedikit dibanding CKD. Ini terjadi karena bagian yang dikirim ke pabrik perakitan telah berada dalam kondisi hampir siap pakai.

"Badannya telah disolder, sudah diberi cat, tetapi bagian lainnya dikerjakan di sini," ungkap Jongkie saat berada di Jakarta, beberapa minggu yang lalu.

Jongkie menyebutkan sebagai ilustrasi, apabila dalam produksi CKD semua komponen kendaraan dibuat dari awal hingga akhir, yakni dari A hingga Z, maka untuk SKD, tahap pembatasannya adalah menjadi lebih terbatas dan hanya meliputi beberapa langkah saja, khususnya dari N sampai Z.

Sejumlah tahapan telah terjadi di negeri aslinya.

"Kami sepakat mulai dari A hingga M disebutkan, sampai huruf M saja bisa diproduksi di tempat aslinya. Sedangkan untuk N hingga Z dilakukan di sini. Sebab bagian dari A hingga M tadi merupakan yang memiliki investasi terbesar," jelas Jongkie.

"Seperti mengecat, pengelasan, bagaimana ya nama tekniknya, ditekan disini dan sebagainya. Biayanya sangat tinggi," katanya.

Secara singkat, dalam sistem CKD, seluruh bagian mobil, bahkan hingga detail kecil seperti baut dan kabel, dikirim secara terpisah untuk dipasang di negara penerima.

Dalam sistem SKD, sebagian besar komponennya berupa barang setengah jadi, membuat tahap perakitan menjadi lebih mudah daripada pada kasus CKD.

Manfaat primer dari SKD ialah penghematan biaya.

Mengirim komponen secara parsial lebih hemat biaya daripada mengirimkan kendaraannya dalam keadaan lengkap.

Di samping itu, berbagai negara punya aturan yang mendukung produksi mobil lokal, termasuk pengurangan pajak atau bea masuk lebih ringan untuk kendaraan yang diproduksi secara domestik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GAMIS RENDA JIHAN CRINGKEL AIRFLOW GAMIS TERBARU PREMIUM BEST SELLER

10 Inspirasi Pakaian Lebaran Selain Gamis untuk Tampil Stylish dan Moden 2025

Resep Mudah Udang Sate, Ide Snack Seru untuk Anak Anda!